Minggu, 05 Mei 2013

Raihlah cinta

Cinta yang dibina atas dasar cinta Allah akan menjadikan pernikahan sebagai taman atau kebun percintaan.
Mungkin sekali terkadang bergolak juga, tetapi atas dasar ibadah dan tanggungjawab, cinta dapat dibina semula..

Raihlah cinta itu selalu dengan solat, zikir, membaca Al-Quran dan sedekah,
Insya اَللّهُ mendapat berkat-Nya. ( Aamiin )

:: PILIH DIA KARENA AGAMANYA... :)


“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demi...kian, niscaya kamu akan merugi.”

(HR. Bukhari-Muslim)

Share jika bermanfaat...

Lirik Pengantar Umur

Tiada Duka Yang Abadi

Tiada duka yang abadi di dunia
Tiada sepi merantaimu selamanya
Malam kan berakhir, hari kan berganti
Takdir hidup kan di jalani

Tangis dan tawa nyanyian yang mengiring
Hati yang rindukan cinta di jalan-Mu
Namun ku percaya hati meyakini
Semua akan indah pada akhirnya

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki s'gala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini

Waktu berputar rembulan dan matahari
Bunga yang mekar akan layu akan mati
Malam kan berakhir, hari kan berganti
Takdir hidup kan di jalani

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki s'gala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki s'gala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini
Harap ampunkan hamba-Mu ini
Lirik Lagu Tiada Duka Yang Abadi Opick @ Lirikami


Mungkin ada yang pernah mendengar atau sering malah (seperti saya), lirik lagu ini.
Ya, Opick...seniman berhati lembut yang karyanya mampu mengaburkan penglihatanku-kala itu.
Tiada Duka yang Abadi, 
cukup membuatku tercenung mengikuti liukan lirik sederhana tapi berpengaruh dengan kisah dan episode kehidupan yang menghampiri hidupku.
detik-detik waktu merambat menuju angka 25 tahun perjalanan umur mendampingi jasad.
Kau tahu kawan, tanpa pernah kuduga sebelumnya perjalanan hidup banyak mengajarkan arti sebuah peristiwa. 
Membuat ku menyadari betapa setiap perkara yang telah dituliskan selaluuu......selaluuu, bahkan selaluu mempunyai hikmah, terlihat buruk, bahkan sangat disesali kenapa terjadi. Sekali lagi kawan, selalu ada hikmah.
Episode hidup.
yang dijalani akhir-akhir ini cukup membuat suatu hentakan dalam periode perak umurku.
*sedikit ku tulis kalimat indah yang keluar dengan entengnya dari bibir indah *oh NO. * bersumber dari orang yang saat ini ku sayang, dengan ikhlasnya dia bergumam *entah dia sengaja memperdengarkan ke telinga ku "aku keriput, dan seperempat abad ini cukup membuat ku tua"
hahaayyy......
aku tahu dia menggodaku, karena selalu begitu, selalu menggoda ku.
tapi kau tahu, kawan.
Adanya dia ikut menjadi bagian dari kisah penuh hikmah menuju umur ku.
Adanya orang itu, membuatku merasakan kesedihan dan kebahagiaan dalam waktu yang sama. Kekacauan dan ketenangan dalam satu lipatan waktu.
ya, pengganggu kalau boleh ku bilang, sekaligus penawar.

Allah....
terakhir ini cukup mungkin untuk hari ini. Karena dia, ya, dia yang kali ini tak mau ku sebut namanya dengan tidak sabar mengajak ku beranjak dari tempat -membosankan- ini.

cukup hari ini.
Salam, menjelang malam.

Kamis, 02 Mei 2013

EMPAT PERKARA YANG TIDAK MERUGIKAN



Setiap orang, apalagi sebagai muslim, pasti menginginkan keberuntungan dalam hidupnya. Karenanya, manusia biasanya selalu berusaha untuk meraih keberuntungan itu, baik berupa ma
teri, kepercayaan dari orang lain yang kemudian membawa keberuntungan, jabatan yang tinggi, popularitas yang tidak tertandingi , keturunan yang menyenangkan dan sebagainya. Namun tidak semua keinginan duniawi manusia bisa diraihnya. Ada banyak orang yang berambisi untuk mendapatkan banyak hal dari kenikmatan duniawi tapi dia tidak memperolehnya.
Bagi seorang muslim, manakala keinginan duniawinya tidak tercapai, dia tidak akan menganggap hidupnya menjadi sia-sia, apalagi sampai putus asa. Masih ada harapan yang lebih mulia untuk diraihnya, yakni keridhaan Allah dan syurga yang penuh dengan kenikmatan. Karenanya bila kenikamatan duniawi itu tidak diraihnya, dia tidak merasa hal itu sebagai suatu kerugian besar, karena yang rugi bukanlah orang yang tidak memperoleh kenikmatan duniawi, Allah berfirman yang artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh, nasihat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi keshabaran (QS 103:1-3).
Oleh karena itu, ada satu hadits Nabi Muhammad Saw yang memberikan resep kepada kita untuk merasa tidak rugi dalam menjalani kehidupan di dunia ini hanya karena tidak memperoleh kenikmatan duniawi. Rasulullah Saw bersabda:
Empat perkara, apabila keempatnya ada padamu, maka tidak merugikan engkau dari apa yang tidak engkau peroleh dari dunia, yaitu: benar dalam berbicara, menjaga amanat, akhlak yang baik dan tidak serakah dalam makanan (HR. Ahmad, Thabrani, Hakim dan Baihaqi).
EMPAT RESEP.
Dari hadits di atas, terdapat empat resep dari Rasulullah Saw agar seandainya kita tidak memperoleh apapun dari kenikmatan duniawi, kita tidak menganggapnya sebagai kerugian yang besar, sebab masih ada keberuntungan yang lebih besar lagi dan justeru hal itu memberikan kenikmatan tersendiri dalam hidup ini.
1. Benar Dalam Berbicara.
Bicara yang benar merupakan salah satu dari ciri orang yang beriman. Karena itu, bila seseorang benar dalam berbicara, maka dia telah memenuhi salah satu syarat guna memperoleh jaminan syurga. Rasulullah Saw bersabda:
Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara diantara rahangnya (mulutnya) dan diantara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya syurga (HR. Bukhari).
Orang yang kaya, cantik atau gandeng, populer, tinggi kedudukannya bahkan dianggap terhhormat di dalam masyarakat, tapi kalau sudah tidak benar dalam berbicara, maka dia akan menjadi manusia yang sangat hina dihadapan Allah dan rendah kedudukannya dihadapan sesama manusia. Oleh karena itu, sebagai muslim kita punya keharusan yang sangat untuk menjaga bahaya lidah.



Untuk itu, setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berusaha selalu benar dalam berbicara, baik benar dalam masalah yang dibicarakan maupun benar penggunaan bahasanya. Itu pula sebab, mengapa salah satu satu tanda orang munafik adalah dusta atau bohong dalam pembicaraannya. Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa setiap pembicaraan ada pertanggung-jawabannya dihadapan Allah Swt, karenanya ucapan kita itu dicatat oleh Malaikat yang selalu menyertai manusia di kanan dan kirinya, Allah berfirman yang artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS 50:18).
2. Menjaga Amanat.
Kehidupan di dunia ini tak lepas dari amanat. Jasmani yang sehat, harta yang banyak, ilmu yang luas, kedudukan yang tinggi merupakan amanat yang diberikan Allah Swt kepada kita. Belum lagi kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita dalam berbagai hal. Semua amanat itu harus dijaga, dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, manakala seseorang tidak memiliki sifat amanat, keimanan dianggap tidak ada pada dirinya dan manakala dia selalu mengkhianati amanat yang diberikan kepadanya, maka dia dianggap tidak memiliki agama, meskipun dia penganut agama. Rasulullah Saw bersabda:
Tidak beriman orang yang tidak memegang amanat, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati (HR. Ahmad).
Dengan demikian, manakala kita memiliki harta, menunaikan amanatnya adalah dalam bentuk membelanjakannya untuk kebaikan, jasmani yang sehat untuk mengabdi kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya, ilmu yang luas untuk meningkatkan matabat kehidupan manusia, sedangkan kedudukan yang tinggi untuk menegakkan kebenaran. Oleh karena itu, manakala kita ingin memberikan amanah kepada seseorang, berikanlah kepada orang yang ahli agar bisa dihindari kehancurannya. Manakala seseorang selalu menunaikan amanat yang diberikan kepadanya, maka dia akan menjadi manusia yang istimewa, meskipun tidak memperoleh kenikmatan duniawi.
3. Akhlak Yang Baik.
Akhlak yang baik merupakan kekayaan yang paling mahal harganya bagi seorang muslim. Karena itu, Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Itu pula sebabnya, manakala orang tua telah mendidik akhlak anaknya dengan baik, itu menjadi pemberian yang paling berharga ketimbang pemberian materi yang paling mahal sekalipun. Rasulullah Saw bersabda:
Tidak ada pemberian yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya yang lebih baik dari pendidikan adab (akhlak) yang baik (HR. Tirmidzi).
Meskipun seseorang, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara telah mencapai kemajuan dan kemakmuran yang besar, hal itu dapat kita rasakan sebagai sesuatu yang tidak ada artinya kalau masyarakat memiliki akhlak yang mulia. Karena itu, seorang ulama yang bernama Syauqi Bey berkata: Suatu akan tegak apabila baik akhlaknya, bila akhlak hancur, maka hancurlah bangsa itu.




4. Tidak Serakah.
Tamak atau serakah merupakan salah satu sifat tercela. Meskipun seseorang telah memperoleh materi yang banyak, tapi kalau dia tidak bersyukur dan tidak ada puasnya, maka dia menjadi orang yang terasa miskin. Keserakahan ternyata bukan hanya membuat seseorang tidak pandai bersyukur, tapi juga untuk memperoleh kenikmatan yang lebih banyak dia akan menempuh cara-cara yang tidak halal dan merampas hak-hak orang lain, meskipun mereka orang yang dirampas hak-haknya itu tergolong miskin.
Rasa syukur kepada Allah Swt membuat seseorang memperoleh keberuntungan yang besar, karena memang sudah janji Allah untuk menambah nikmat-Nya kepada siapa saja yang bersyukur, Allah berfirman yang artinya: Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS 14:7).
Sementara orang yang tamak akan mengalami kerugian bagi dirinya sendiri dan merugikan orang lain, dia tidak memiliki rasa optimis terhadap hari-hari mendatang, selalu curiga terhadap kemajuan yang dicapai orang lain dan pada akhirnya dia tidak disukai oleh Allah Swt dan sesama manusia. Ketika seorang sahabat datang kepada Rasulullah Saw guna menanyakan tentang amalan yang akan membuat manusia dicintai Allah dan manusia, Rasulullah Saw menjawab: Hiduplah di dunia dengan zuhud (bersahaja), maka kamu akan dicintai Allah, dan janganlah tamak terhadap apa yang di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia (HR. Ibnu Majah).
Akhirnya, semakin kita sadari kalau keberuntungan dalam hidup di dunia tidak bisa semata-mata kita ukur dengan tinjauan materi. Karena itu, seandainya seseorang tidak memperoleh kenikmatan materi sekalipun, dia masih tergolong orang yang beruntung manakala menjalani kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.




Kembali lagi,
Terurai kepingan…
Prolog mengantarkan kau kembali kawan,mendengar sekelumit  bahasa membingungkan…
Pecah,
Kaca sebelah ikut meramaikan,
Tuhan,
 serasa seonggok daging yang dipelintir.
Argghhhhhh…
Labirin meracau dalam imajinasi..

Satu kata..
Menyedihkan.

Rabu, 01 Mei 2013

teruntuk iftiyata

bicara tentang hujan,
hujan yang menghubungkan aku dan kamu pada awalnya

sore ini Mei tanggal 1, mendung.
berharap hujan turun

selamat ulang tahun iftiyata

sanghujan 1 mei 2013
Apa benar . . .
ini hari itu..?
biru, kudendangkan biru itu.

0105,   
entahlah,
terlalu takut ku eja angka...
mengeja detik perputaran jarum.
membaca rotasi bumi,
mengikuti langkah cercahan matahari.

hening,
kutemukan kehilangan hadir meramaikan bias lorong
pias
hey, kamu...
sumbang ku dengar bisik suaraku,
entahlah,,
kau dengar, kau tuli..
aku teriak, aku bisu...

jingga...
kupeluk hari ini, erat
ku dekap...
kupagut,
aromamu..
meski basah, masih lembab..
bulir ....
jatuh,,
luruh...

seperti korek api
sendiri, mematung..
menunggu keheningan,
melambaikan tangan.

lagi,
ku dendangkan
biru ku...
yang rindu akan
aromamu...

*my day, 25 tahun persebahan umurku.
ruang jelaga, 04.06 pm