Tampilkan postingan dengan label Kolaborasi Bumi. Hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolaborasi Bumi. Hujan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juli 2013

Ujung Januari, Pintu Pagi

Pilea
membungkus mata disusuri semarak ilalang
menunduk malu di batas pagi

semburat pipi ranum ingin ku bagi
Sungguh...
sunggingan senyum yang berusaha ku eja
Tipis
Setipis batas yang mengangkangi dimensi kau dan Aku

Itu yang ingin kuutarakan kali ini
kau tahu, ilalang?
Pilea seperti tak kuasa menyemburkan tepung sari.
Karena hujan memaksakan menggugurkan kekasihnya itu
layak seperti aku kehilangan akal sehat barangkali...
Diri...
Dan semburat...

Aku takut mengeja
Aku takut memikirikan
dan aku takut menjalani
Tapi Aku berani...
Berani...
Memberi tahu,
Kalau takutku, Bukan AKU

AKU...
PILEA...
Ilalang...
dan,
Hujan...
Semoga saja


Na, 31/01/13

Kepada Hujan (menjawab bumi kekasih hujan)

Terpaksa ku hilangkan separuh panggilan mu
untuk kita...

Tak ada tempat seindah bumi
Tak ada tempat secerah bumi
Tak ada tempat sekacau bumi
Tak ada tempat sesuram bumi
Gema teriakan mereka...

Kepada Hujan
Beningmu selaksa makna yang ingin selalu ada di dekapan
Kepada Hujan
sentuhmu menawarkan selangit rasa tanpa batas
Kepada Hujan
Bumi tak ingin banyak meminta
Bumi ingin selalu diam
Menerima kapan Hujan datang dan pergi

Siap diam
Siap tertawa
Siap tersenyum
Siap terluka, ketika hujan menghampiri laut
Bercengkrama menghadirkan ombak
Bahkan memberi isyarat kepada angin mengusir badai
 Badai yang meneteskan air mata bumi

Indah...
Dilihat Hujan
Buminya yang Indah
Tapi kadang luka
Bumi tahu
Hujan pun lebih tahu
bahwa bumi sangat merindukan hujan
teramat sangat

Semua karena Hujan
membasahi tanah bumi
menyentuh daun bumi
menghadirkan pelangi
hingga semburat jingga senyum sang bumi
yang akan selalu dimiliki hujan

karena bumi berjanji
Adalah Hujan, Itulah Bumi

Kepada Hujan, Kekasih..
Bumi mencintaimu
sangat..
dan akan menunggu pelangimu
sore ini...
lusa...
selamanya...




iftiyata
*ruang jelaga, 13/03/2013

BUMI KEKASIH HUJAN

Sore ini,
Geliat senyum berangsur merenggang dari wajah bumiku
Ada yang bilang karena hari ini mendung
bumiku kecewa mendung tak kunjung jadi hujan
Hujan akan menjawab semua keraguan yang bumiku tanggung hari ini

Tapi percayalah bumiku, aku sentuhan hujan akan segera menghampirimu
Arah angin tak lagi ku hiraukan tuk menuju arahmu bumiku

Sentuhan hujan tak sedang main-main tuk ingin segera membasahi bumi...


Fadh, AS
08/03/2013