Insya Allah atau In Shaa Allah?
yang bener إن شاء الله
.
jadi kita bedah begini ceritanya
إن = bila
شاء = menghendaki
الله = Allah
.
jadi artinya إن شاء الله = bila Allah berkehendak
.
nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi apa? “syaa” atau “shaa”?,
.
kalo di negeri berbahasa Inggris sana, kata ش diartikan jadi “shaa”, kalo di Indonesia jadi “syaa”
.
masalahnya di Indonesia, huruf ص sudah ditransliterasikan jadi “shaa”, kalo disamain jadi tabrakan deh..
.
saya pribadi lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi “InsyaAllah”, lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia :)
.
nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…
.
karena yang satu ini beda lagi masalahnya :)
karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)
.
dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,
bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)
bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)
.
Kesimpulannya? :)
.
jadi kalo kita nulis pake “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama aja dan artinya sama aja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi nggak ada arti lainnya :)
.
yang paling bagus, ya udah, nulis dan ngomong pake bahasa Arab aja sekalian, lebih aman hehe..
(tapi yang nulis pun bakal kesulitan hehehe..)
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Juni 2015
Kamis, 02 Mei 2013
EMPAT PERKARA YANG TIDAK MERUGIKAN
Setiap orang, apalagi sebagai muslim, pasti
menginginkan keberuntungan dalam hidupnya. Karenanya, manusia biasanya selalu
berusaha untuk meraih keberuntungan itu, baik berupa ma
teri, kepercayaan dari orang lain yang kemudian
membawa keberuntungan, jabatan yang tinggi, popularitas yang tidak tertandingi
, keturunan yang menyenangkan dan sebagainya. Namun tidak semua keinginan
duniawi manusia bisa diraihnya. Ada banyak orang yang berambisi untuk
mendapatkan banyak hal dari kenikmatan duniawi tapi dia tidak memperolehnya.
Bagi seorang muslim, manakala keinginan duniawinya tidak
tercapai, dia tidak akan menganggap hidupnya menjadi sia-sia, apalagi sampai
putus asa. Masih ada harapan yang lebih mulia untuk diraihnya, yakni keridhaan
Allah dan syurga yang penuh dengan kenikmatan. Karenanya bila kenikamatan
duniawi itu tidak diraihnya, dia tidak merasa hal itu sebagai suatu kerugian
besar, karena yang rugi bukanlah orang yang tidak memperoleh kenikmatan
duniawi, Allah berfirman yang artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh,
nasihat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya
menetapi keshabaran (QS 103:1-3).
Oleh karena itu, ada satu hadits Nabi Muhammad
Saw yang memberikan resep kepada kita untuk merasa tidak rugi dalam menjalani
kehidupan di dunia ini hanya karena tidak memperoleh kenikmatan duniawi.
Rasulullah Saw bersabda:
Empat perkara, apabila keempatnya ada padamu, maka tidak
merugikan engkau dari apa yang tidak engkau peroleh dari dunia, yaitu: benar
dalam berbicara, menjaga amanat, akhlak yang baik dan tidak serakah dalam
makanan (HR. Ahmad, Thabrani, Hakim dan Baihaqi).
EMPAT
RESEP.
Dari hadits di atas, terdapat empat resep dari Rasulullah
Saw agar seandainya kita tidak memperoleh apapun dari kenikmatan duniawi, kita
tidak menganggapnya sebagai kerugian yang besar, sebab masih ada keberuntungan
yang lebih besar lagi dan justeru hal itu memberikan kenikmatan tersendiri dalam
hidup ini.
1.
Benar Dalam Berbicara.
Bicara yang benar merupakan
salah satu dari ciri orang yang beriman. Karena itu, bila seseorang benar dalam
berbicara, maka dia telah memenuhi salah satu syarat guna memperoleh jaminan
syurga. Rasulullah Saw bersabda:
Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku
untuk memelihara diantara rahangnya (mulutnya) dan diantara kedua pahanya
(kemaluan) niscaya aku menjamin baginya syurga (HR. Bukhari).
Orang yang kaya, cantik
atau gandeng, populer, tinggi kedudukannya bahkan dianggap terhhormat di dalam
masyarakat, tapi kalau sudah tidak benar dalam berbicara, maka dia akan menjadi
manusia yang sangat hina dihadapan Allah dan rendah kedudukannya dihadapan
sesama manusia. Oleh karena itu, sebagai muslim kita punya keharusan yang sangat
untuk menjaga bahaya lidah.
Untuk itu, setiap muslim
memiliki tanggung jawab untuk berusaha selalu benar dalam berbicara, baik benar
dalam masalah yang dibicarakan maupun benar penggunaan bahasanya. Itu pula
sebab, mengapa salah satu satu tanda orang munafik adalah dusta atau bohong
dalam pembicaraannya. Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa setiap pembicaraan ada
pertanggung-jawabannya dihadapan Allah Swt, karenanya ucapan kita itu dicatat
oleh Malaikat yang selalu menyertai manusia di kanan dan kirinya, Allah
berfirman yang artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan
ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS 50:18).
2.
Menjaga Amanat.
Kehidupan di dunia ini tak
lepas dari amanat. Jasmani yang sehat, harta yang banyak, ilmu yang luas,
kedudukan yang tinggi merupakan amanat yang diberikan Allah Swt kepada kita.
Belum lagi kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita dalam berbagai
hal. Semua amanat itu harus dijaga, dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Karena
itu, manakala seseorang tidak memiliki sifat amanat, keimanan dianggap tidak
ada pada dirinya dan manakala dia selalu mengkhianati amanat yang diberikan
kepadanya, maka dia dianggap tidak memiliki agama, meskipun dia penganut agama.
Rasulullah Saw bersabda:
Tidak beriman orang yang tidak memegang
amanat, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati (HR. Ahmad).
Dengan demikian, manakala
kita memiliki harta, menunaikan amanatnya adalah dalam bentuk membelanjakannya
untuk kebaikan, jasmani yang sehat untuk mengabdi kepada Allah dan berjuang di
jalan-Nya, ilmu yang luas untuk meningkatkan matabat kehidupan manusia,
sedangkan kedudukan yang tinggi untuk menegakkan kebenaran. Oleh karena itu,
manakala kita ingin memberikan amanah kepada seseorang, berikanlah kepada orang
yang ahli agar bisa dihindari kehancurannya. Manakala seseorang selalu
menunaikan amanat yang diberikan kepadanya, maka dia akan menjadi manusia yang
istimewa, meskipun tidak memperoleh kenikmatan duniawi.
3.
Akhlak Yang Baik.
Akhlak yang baik merupakan
kekayaan yang paling mahal harganya bagi seorang muslim. Karena itu, Rasulullah
Saw diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Itu pula sebabnya, manakala orang
tua telah mendidik akhlak anaknya dengan baik, itu menjadi pemberian yang
paling berharga ketimbang pemberian materi yang paling mahal sekalipun.
Rasulullah Saw bersabda:
Tidak ada pemberian yang diberikan oleh orang
tua kepada anaknya yang lebih baik dari pendidikan adab (akhlak) yang baik (HR.
Tirmidzi).
Meskipun seseorang,
keluarga, masyarakat, bangsa dan negara telah mencapai kemajuan dan kemakmuran
yang besar, hal itu dapat kita rasakan sebagai sesuatu yang tidak ada artinya
kalau masyarakat memiliki akhlak yang mulia. Karena itu, seorang ulama yang
bernama Syauqi Bey berkata: Suatu akan tegak apabila baik akhlaknya, bila
akhlak hancur, maka hancurlah bangsa itu.
4. Tidak Serakah.
Tamak atau serakah merupakan salah satu sifat
tercela. Meskipun seseorang telah memperoleh materi yang banyak, tapi kalau dia
tidak bersyukur dan tidak ada puasnya, maka dia menjadi orang yang terasa
miskin. Keserakahan ternyata bukan hanya membuat seseorang tidak pandai
bersyukur, tapi juga untuk memperoleh kenikmatan yang lebih banyak dia akan
menempuh cara-cara yang tidak halal dan merampas hak-hak orang lain, meskipun
mereka orang yang dirampas hak-haknya itu tergolong miskin.
Rasa syukur kepada Allah Swt membuat seseorang memperoleh
keberuntungan yang besar, karena memang sudah janji Allah untuk menambah
nikmat-Nya kepada siapa saja yang bersyukur, Allah berfirman yang artinya: Dan
ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS 14:7).
Sementara orang yang tamak akan mengalami kerugian bagi
dirinya sendiri dan merugikan orang lain, dia tidak memiliki rasa optimis
terhadap hari-hari mendatang, selalu curiga terhadap kemajuan yang dicapai
orang lain dan pada akhirnya dia tidak disukai oleh Allah Swt dan sesama manusia.
Ketika seorang sahabat datang kepada Rasulullah Saw guna menanyakan tentang
amalan yang akan membuat manusia dicintai Allah dan manusia, Rasulullah Saw
menjawab: Hiduplah di dunia dengan zuhud (bersahaja), maka kamu akan
dicintai Allah, dan janganlah tamak terhadap apa yang di tangan manusia,
niscaya kamu akan disenangi manusia (HR. Ibnu Majah).
Akhirnya, semakin kita sadari kalau
keberuntungan dalam hidup di dunia tidak bisa semata-mata kita ukur dengan
tinjauan materi. Karena itu, seandainya seseorang tidak memperoleh kenikmatan
materi sekalipun, dia masih tergolong orang yang beruntung manakala menjalani
kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Kamis, 09 Juni 2011
PARA PENEMU ISLAM YANG MENGUBAH DUNIA
Dunia mungkin lupa betapa berharganya warisan ilmu – ilmu pengetahuan yang ditemukan oleh kaun muslimin. Bahkan agaknya banyak yang tak menyangka bahwa prinsip – prinsip pengetahuan modern itu ditemukan lewat kecemerlangan pemikiran ilmuwan muslim. Untuk masa itu, ilmu mereka dapat dikatakan telah melampaui batas zamannya. Berikut adalah kontribusi ilmuwan dan penemu Muslim bagi dunia. 1. Mungkin orang mengira dunia barat lah yang memperkenalkan kamera. Padahal prinsip kerja kamera telah ditemukan sekitar 1000 tahun silam oleh seorang ilmuwan Muslim bernama Ibnu Al- Haitham. Pada akhir abad ke 10 al- Haitham menemukan sebuah kamera obscura. Penemuan ini dia lakukan bersama Kamaluddin al –Farisi. Mereka berdua mempelajari fenomena gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena tersebut maka al- Haitham pun membuat lubang kecil yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan pada bidang datar. Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itu yang mendasari kinerja kamera yang digunakan oleh umat manusia sampai saat ini. Bahkan kemudian mengilhami penemuan film.
2. Jepang boleh bangga karena terkenal dengan tekhnologi robotnya. Tapi mereka harus berterimakasih pada Badi Al – Zaman Abullezz Ibn Airazz Al-Jazari atau lebih dikenal dengan Al-Jazari. Beliau adalah tokoh besar di bidang mekanika dan industri yang lahir di utara Irak pada abad ke 12. Al-Jazari sendiri dikenal sebagai bapak Tekhnik Mesin Modern karena berkat temuan – temuannya yang mempengaruhi penemuan mesin modern saat ini seperti mesin pembakaran, pompa penghisap dan menggunakan engkol. Otomisasi pemrograman dan lain – lain.
3. Bumi itu bulat, hal itu yang diutarakan oleh Copernicus. Orang – orang Barat dulu tercengang karena mereka selama ini menganggap bumi itu datar. Padahal teori itu sudah ada sejak zaman Nasir Al – Din Al Tusi dan Ibnu Shatir. Teori planet dan perhitungan matematikanya sudah ada sejak seabad lebih sebelum hadirnya Copernicus. Diduga Copernicus adalah pengikut dari al – Tusi. Dalam teorinya, Copernicus juga merujuk katalog planet dan bintang yang ada pada buku al Zarqali dan al Battani yakni ”De Revolutionibus”.
4. Jika dunia mengagumi Wright bersaudara karena berhasil menemukan pesawat terbang, maka dunia pun harus mengakui Cordoban Abbas Ibnu Firnas. Ilmuwan ini lahir di abad ke 9 dan memiliki berbagai macam bakat yakni seniman puisi, astrolog, musisi, dan astronom. Terbang di udara adalah salah satu obsesinya. Dan dia berhasil menciptakan mesin yang berhasil membawa orang untuk terbang di angkasa.Ibnu Firnas terbang beberapa kali melewati daerah gurun dengan mesin yang telah disempurnakan di Cordoba (Spanyol) tahun 875. Pada waktu itu dia menyempurnakan mesin yang terbuat dari kain sutera dan bulu burung elang. Dia melompat dari gunung dan bisa terbang selama 10 menit., tapi kemudian terhempas.Dia menyimpulkan hal ini dikarenakan dia tidak menaruh ekor pada mesin buatannya. Nama Ibnu Firnas diabadikan sebagai bandara di Irak dan sebuah kawah di bulan.
5. Penulisan bilangan berdasarkan model Arab pertama kali dicetak dalam karya matematik fonumenal Muslim Al- Khawarizmi dan Al- Kindi. Istilah aljabar sendiri diambil dari buku yang berjudul al-Jabr wa-al muqabilah oleh Al-Khawarizmi pada tahun 825. Tiga ratu tahun kemudian ilmu matematika ini tiba di Eropa dan dikembangkan oleh ahli matematika Fibonacci.
6. Spanyol boleh mengklaim bahwaBenua Amerika ditemukan oleh mereka. Padahal menurut catatan, 70 tahun sebelum Columbus menginjakkan kakinya kesana, Laksamana Cheng Ho, seorang Musli China yang berasal dari Dinasti Ming telah lebih dulu berada disana tahun 1421 – 1423. Cheng Ho menyusuri wilayah Afrika sampai ke Amerika Selatan. Sebuah peta navigasi kuno yang bersumber dari penjelajahannya itu menjadi buktinya.
7. Banyak peralatan bedah modern menggunakan desain yang sama dengan alat bedah yang diciptakan oleh ahli bedah Muslim bernama Al – Zahrawi pada abad ke 10. Alat – lat itu antara lain skapel, gergaji tulang, tang dan gunting kecil untuk operasi mata. Dia juga menemukan catgut yakni semacam benang untuk menjahit yang terbuat dari usus kambing dan hewan lainnya yang bisa hancur secara alami setelah terinspirasi dari monyetnya yang memakan dawai kecapinya. Dia juga menemukan cangkang kapsul yang digunakan sebagai kapsul obat- obatan.
Tulisan ini dikirim pada pada Minggu, September 6th, 2009 4:40 pm dan di isikan dibawah Artikel. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Langganan:
Komentar (Atom)