Insya Allah atau In Shaa Allah?
yang bener إن شاء الله
.
jadi kita bedah begini ceritanya
إن = bila
شاء = menghendaki
الله = Allah
.
jadi artinya إن شاء الله = bila Allah berkehendak
.
nah, balik lagi ke transliterasi, terserah kesepakatan kita mau mentransliterasikan huruf ش jadi apa? “syaa” atau “shaa”?,
.
kalo di negeri berbahasa Inggris sana, kata ش diartikan jadi “shaa”, kalo di Indonesia jadi “syaa”
.
masalahnya di Indonesia, huruf ص sudah ditransliterasikan jadi “shaa”, kalo disamain jadi tabrakan deh..
.
saya pribadi lebih suka mentransliterasikan إن شاء الله jadi “InsyaAllah”, lebih simpel dan sesuai transliterasi bahasa Indonesia :)
.
nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…
.
karena yang satu ini beda lagi masalahnya :)
karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)
.
dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,
bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)
bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)
.
Kesimpulannya? :)
.
jadi kalo kita nulis pake “InsyaAllah”, atau “In Syaa Allah”, atau “In Shaa Allah” bacanya sama aja dan artinya sama aja, yaitu “bila Allah menghendaki”, jadi nggak ada arti lainnya :)
.
yang paling bagus, ya udah, nulis dan ngomong pake bahasa Arab aja sekalian, lebih aman hehe..
(tapi yang nulis pun bakal kesulitan hehehe..)
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Juni 2015
Minggu, 23 November 2014
Kali ini...
Kali ini, saya benar-benar tak ingin ada yang hilang, pergi.
Namun, pada akhirnya segala sesuatu peristiwa yang dirumuskan ke dalam pengertian perpisahan itu terjadi, hari ini.
Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah keputusan atas pilihan. Tapi, jika kali ini saya boleh mengeluh, ini bukanlah murni pilihan saya, jujur, saya sama sekali tak pernah menginginkannya. Fait accomply, kurang lebih itulah istilah yang bisa menggambarkan keadaan saya sekarang. Terpaksa memutuskan sesuatu tanpa bisa saya berkutik dengan pilihan-pilihan lain yang sama sekali tak pernah ada. Yaa...singkatnya, saya tak punya pilihan lain, saya harus merelakan kata pergi menjadi santapan malam saya.
Ya, dengan pilihan (yang sama sekali bukan pilihan saya) ini saya harus rela membayar dengan harga semahal ini. Saya harus rela kehilangan kenangan dan mimpi itu.
Hey,,,,bukankah barusan dia menenangkan saya, bahwa dibalik harga ini, percaya akan ada tempat dan posisi terbaik yang disediakan Tuhan sebagai tebusan pilihan ini?
wallahu 'alaam...
Ya, jauh sebelum teori ini menjadi aktor dalan hidup, bukankah Tuhan sudah memberi kode dalan KitabNya, bahwa memberi hendaknya apa yang kita cintai? "min maa tuhibbuun"
Dan lagi, bukankah Tuhan telah memberi kenikmatan yang berlimpah? itu ayat pertamanya, terus Tuhan melanjutkan, maka shalat-lah karena Tuhanmu dan berkurbanlah.
(Kautsar)
Yaa....art of charity,
(soon, penjelasan selanjutnya)
Sakit kehilangan memang sangat, tetapi semoga Tuhan saya memberi ganti yang lebih.
Kenangan cukup saya ambil dari masa lalu, kemudian akan saya simpan di nampan pualam, saya bungkus, dan saya abadikan.
Terima kasih perpisahan, walau sampai sekarang kabut masih sering menghiasi sepasang organ penglihatan saya, tapi tegar yang dia estafetkan cukup untuk memperlambat laju detak, sesak.
ikhlas...tak kan terukur kadarnya, tapi redhoilah niat hati ini untuk menuju ikhlas .
Selamat jalan, sayang.
*my area, 11. 02 pm
Ahad, ٢ c
26 october 2014
Namun, pada akhirnya segala sesuatu peristiwa yang dirumuskan ke dalam pengertian perpisahan itu terjadi, hari ini.
Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah keputusan atas pilihan. Tapi, jika kali ini saya boleh mengeluh, ini bukanlah murni pilihan saya, jujur, saya sama sekali tak pernah menginginkannya. Fait accomply, kurang lebih itulah istilah yang bisa menggambarkan keadaan saya sekarang. Terpaksa memutuskan sesuatu tanpa bisa saya berkutik dengan pilihan-pilihan lain yang sama sekali tak pernah ada. Yaa...singkatnya, saya tak punya pilihan lain, saya harus merelakan kata pergi menjadi santapan malam saya.
Ya, dengan pilihan (yang sama sekali bukan pilihan saya) ini saya harus rela membayar dengan harga semahal ini. Saya harus rela kehilangan kenangan dan mimpi itu.
Hey,,,,bukankah barusan dia menenangkan saya, bahwa dibalik harga ini, percaya akan ada tempat dan posisi terbaik yang disediakan Tuhan sebagai tebusan pilihan ini?
wallahu 'alaam...
Ya, jauh sebelum teori ini menjadi aktor dalan hidup, bukankah Tuhan sudah memberi kode dalan KitabNya, bahwa memberi hendaknya apa yang kita cintai? "min maa tuhibbuun"
Dan lagi, bukankah Tuhan telah memberi kenikmatan yang berlimpah? itu ayat pertamanya, terus Tuhan melanjutkan, maka shalat-lah karena Tuhanmu dan berkurbanlah.
(Kautsar)
Yaa....art of charity,
(soon, penjelasan selanjutnya)
Sakit kehilangan memang sangat, tetapi semoga Tuhan saya memberi ganti yang lebih.
Kenangan cukup saya ambil dari masa lalu, kemudian akan saya simpan di nampan pualam, saya bungkus, dan saya abadikan.
Terima kasih perpisahan, walau sampai sekarang kabut masih sering menghiasi sepasang organ penglihatan saya, tapi tegar yang dia estafetkan cukup untuk memperlambat laju detak, sesak.
ikhlas...tak kan terukur kadarnya, tapi redhoilah niat hati ini untuk menuju ikhlas .
Selamat jalan, sayang.
*my area, 11. 02 pm
Ahad, ٢ c
26 october 2014
Rabu, 16 Juli 2014
Maha Baik....
Tuhan
yang Maha Baik tidak memberi kita ikan, tetapi kita harus mengail untuk
mendapatkannya .
Demikian juga jika kita terus menunggu waktu
yang tepat, mungkin kita tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang...
mulailah di mana kita berada sekarang dengan
apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk
dicintai ,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan
memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang bukan tidak juga ada kesusahannya.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya
atau ketampanannya sama seperti membeli
rumah karena lapisan catnya.
Harta
milik yang paling berharga bagi
seorang pria di dunia ini adalah....hati
seorang wanita .
Begitu juga
Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya .
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan
lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan
bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga
Kita.
Sahabat yang menegur jika kita salah,
mendukung segala kebaikan kita. Tidak membela kita jika memang itu tidak harus
dibela, malah memarahi kita jika itu memang harus.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada
persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain...
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan
kita.
Bertemanlah
dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan
dikala kita senang dan
perisai diwaktu kita susah .
Namun kita tidak akan
pernah memiliki seorang teman , jika
kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu
baik kalau kita bisa melihat
kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita
bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan
buruk dan membosankan kalau kita tidak
bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan,
Kebijakan itu seperti cairan ,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal
karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh
sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak
datang dari pikiran kita saja ,
tetapi juga berdasarkan
pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau
belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang
berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang
kita dan apa yang berada di depan kita
adalah perkara kecil
berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kita tak bisa mengubah masa
lalu....
tetapi dapat menghancurkan
masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan
.
Bila kita mengisi hati kita......
dengan penyesalan untuk
masa lalu dan kekhawatiran untuk masa
depan,
Kita tak memiliki hari ini
untuk kamu syukuri .
Jika kita berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa
takut,
berarti kita sudah berada dijalan yang benar
menuju sukses
Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai dari awal. Tetapi setiap orang dapat mulai saat ini dan mendapatkan akhir yang berbeda....
Tuhan tidak menjanjikan
hari-hari tanpa sakit, tertawa tanpa kesedihan,
matahari tanpa hujan,
tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kebahagiaan
untuk air mata, dan terang
dalam perjalanan.
Kekecewaan bagai
"polisi tidur", ini akan memperlambatmu sedikit
tetapi kau selanjutnya
akan menikmati jalan rata mulus bebas hambatan.
Jangan tinggal terlalu
lama saat ada "polisi tidur". Berjalanlah terus!
Ketika kau kecewa karena
tidak memperoleh apa yang kaukehendaki, terimalah dan bergembiralah, karena
Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik
untuk dirimu di kemudian
hari.
Saat terjadi sesuatu
padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah artinya.....
Ada suatu maksud untuk
setiap kejadian dalam kehidupan, mengajarmu bagaimana
lebih seringkali tertawa
atau tidak terlalu keras menangis....
Kau tidak dapat memaksa
seseorang mencintaimu, apa yang dapat kau perbuat
hanyalah membiarkan
dirimu untuk dicintai, selebihnya ada pada orang itu
untuk menilai dirimu.
Ukuran cinta adalah saat
kau mencintai tanpa batas.....
Dalam kehidupan jarang
akan kau temui seseorang yang kau cintai dan orang
itu mencintaimu juga.
Jadi sekali kau
memperoleh cinta jangan lepaskan, ada kemungkinan cinta
itu tidak datang kembali.
Kita selalu
membuang-buang waktu untuk mencari-cari orang yang sesuai untuk
dicintai atau melihat
kesalahan2 pada orang yang telah kita cintai, daripada
malah seharusnya kita
menyempurnakan cinta yang kita telah berikan.
Jika kau sungguh2 peduli
pada seseorang, janganlah kau mencari2 kekurangan2nya,
kau jangan mencari2
alasan, kau jangan mencari2 kesalahan2nya. Malahan,
kau atasi kesalahan2 itu,
kau terima kekurangan2 itu, dan jangan kau hiraukan
alasan2 itu.
Jangan pernah
meninggalkan rekan lama. Kau tidak akan pernah mendapat penggantinya.
Persahabatan adalah bagai
anggur, tambah lama dijaga simpan akan tambah baik.
Keep friends forever....
.." MENGELUH "..
(Good Article to Read)
Sebuah kata sederhana yang
mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita
praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu
saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan
mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.
Kita semua melakukan hal
tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita
mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai
contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia.
Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang
baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.
Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau
rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola
tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu
pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat
mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan
parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang
teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh,
Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang
pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan
membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah
kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah
mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang
terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini.
Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik
semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.
Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh
dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada
di Indonesia? Sekarang ini
hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah
Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena
disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa
sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu
tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan
tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan
Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi
lebih cepat dari yang Anda harapkan.
Bersyukurlah lebih banyak dan
percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu
bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput
dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Try it now:
1. Bersyukurlah setiap hari
setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda,
keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30
detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda
menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda,
tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari
mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti
Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak
ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh
dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif
dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
"Semakin banyak Anda
bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang
akan Anda miliki untuk disyukuri."
Langganan:
Komentar (Atom)